Penulis:
Dr. Wahidin Ar-Raffany, M.A
Pimpinan Pesantren SEHATI – LAPAKOLONGI Sidrap Sulsel.
Di Sidenreng Rappang (Sidrap) Propinsi Sulawesi Selatan pernah hidup seorang tokoh yang dikenal dengan istilah Tau Accana Sidenreng (orang cerdasnya Sidenreng).
Itulah gelar yang diberikan pada seorang tokoh yang melegenda bernama Nene Mallomo. Itulah sebabnya Kab. Sidrap juga digelari sebutan Bumi Nene Mallomo.
Dalam falsafah Bugis dikenal syair tentang kepemimpinan beliau sebagai berikut ;
Nene mallomo rituona, ri monriwi napampiri, ri tengngai nasiraga-raga, ri yoloi napatiroi dalam semakna falsafah jawa Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.
Makna dari falsafah tersebut kira-kira bisa dipahami bahwa model kepemimpinan Nene Mallomo terdiri dari 3 corak:
Ketika berada dibelakang rakyat ia menjadi motivator yang mampu mengarahkan ibarat penggembala yang mengarahkan perjalanan gembalaan.
Ketika berada ditengah-tengah rakyat yang dipimpinnya, ia bahu membahu bersama rakyat bekerja sekuat tenaga untuk kemaslahatan ummat.
Ketika berada di depan ia menjadi teladan yang baik atau uswatun hasanah.
Maka tak heran kalau kemudian Nene Mallomo berani mengeluarkan statemen ‘Ade e temmakkiana, temmakkiappo’ (hukum tak mengenal anak atau pun cucu). Persis apa yang pernah dikatakan Rasulullah SAW :
لو كان فاطمة بنت رسول الله سركت لڤطعت يدها
Seandainya Fatimah Binti Rasulullah mencuri, maka aku yang akan memotong tangannya.
Ketiga model kepemimpinan yang dipraktekkan Nene Mallomo tersebut menempatkan Nene Mallomo sebagai pemimpin yang melegenda karena dalam menjalankan kepemimpinannya, dia tidak hanya hebat di depan layar tapi juga tak kalah hebatnya di belakang layar.
‘Potret’ Nene Mallomo dalam menjalankan kepemimpinannya itulah yang sat ini dipraktekkan oleh duet Bapak H. SYAHARUDDIN ALRIF dan ibu NURKANAAH (SAR-KANAAH) dalam menakhodai Kab. Sidrap.
Ketika berada di depan rakyat SAR-KANAAH, selalu menjadi teladan. Mereka berdua memperlihatkan kinerja siang dan malam yang menjadi inspirasi bagi semua bawahan bahwa bekerja untuk kepentingan-kepentingan rakyat harus dikedepankan meskipun kepentingan pribadi kadang dikorbankan, karena kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Ketika berada ditengah-tengah rakyatnya, SAR-KANAAH tidak segan-segan meraih tangan rakyatnya untuk disalami satu persatu, Selfi dan photo bersama sehingga memberikan kehangatan dan motivasi untuk bersama-sama mewujudkan Sidrap menjadi daerah yang Aman, Makmur dan Sejahtera.
Dan ketika berada dibelakang layar, SAR-KANAAH selalu mengontrol dan mengendalikan bawahannya dengan tagline SARO MASE SIDENRENG RAPPANG (kepedulian yang disertai semangat untuk saling berbagi warga Sidrap). dalam bingkai semangat Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata (usaha yang tak kenal menyerah akan mendapatkan Rahmat Allah).
Model kepemimpinan Nene Malomo inilah yang dipraktekkan SAR-KANAAH sehingga dalam satu tahun kepimpinannya mampu membuat perubahan yang signifikan untuk Kab. Sidrap. SAR-KANAAH mampu mengokohkan posisi Kab. SIDRAP sebagai daerah Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Terbarukan di Indonesia.
Selamat Hari Jadi Kab. Sidrap ke 68 2, 18 Pebruari 2026
Selamat kepada DUET SAR-KANAAH atas 1 tahun memimpin Bumi Nene Malomo tanah harapan dengan segudang prestasi.
Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan Kab. Sidrap yang baldatun thayyibatun warabbun gafuur.
SARO MASE SIDENRENG RAPPANG
SALAMAKKI TOPADA SALAMA
Wallahu A’lam bishshwaab.
Wa Ilallaahi Turja’ul Umur
Walal Aakhiratu Khairun Laka Minal Uulaa.(*)
Tidak ada komentar