Metromilenial online com, SIDRAP — Panitia Milad Muhammadiyah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ke-113 melakukan peninjauan lokasi pelaksanaan Milad di Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat panitia yang sebelumnya digelar di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang).
Peninjauan lokasi dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113, Dr. Herman Dema, S.Pd., S.IP., M.Si, didampingi Sekretaris Panitia Kassaming, SKM., M.Kes, bersama jajaran pengurus. Rombongan panitia memulai perjalanan dari Kampus UMS Rappang sebelum menuju lokasi kegiatan.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan lokasi, mulai dari akses menuju area kegiatan, tata letak pelaksanaan acara, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. Tahapan ini dinilai penting untuk mematangkan persiapan Milad Muhammadiyah ke-113 agar dapat berjalan lancar dan sukses.
Ketua Panitia, Dr. Herman Dema, menyampaikan bahwa setelah peninjauan lokasi ini, panitia akan menggelar rapat pemantapan bersama seluruh unsur kepanitiaan. Rapat tersebut bertujuan menyempurnakan perencanaan teknis serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan Milad tersusun secara matang.
Dalam rangkaian persiapan Milad, muncul usulan strategis terkait pembangunan Masjid Muhammadiyah sebagai bentuk amal jariyah dan kenang-kenangan Milad ke-113. Usulan ini disampaikan oleh Drs. K.H. Andi Jamal Patombongi, M.Pd, selaku Penasihat Panitia Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113, dalam rapat panitia yang digelar sebelumnya di Kampus UMS Rappang.
Menurut Andi Jamal, pembangunan masjid penting agar peringatan Milad Muhammadiyah tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Masjid tersebut diharapkan menjadi simbol dakwah berkelanjutan sekaligus wujud nyata kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat setempat, baik sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, maupun kegiatan keislaman warga.
Gagasan tersebut mendapat perhatian serius dari panitia dan warga Muhammadiyah. Ketua Panitia Milad, Dr. Herman Dema, merespons positif usulan tersebut dan menilai pembangunan masjid sejalan dengan visi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid.
“Usulan ini sangat baik dan perlu ditindaklanjuti secara serius. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan aktivitas persyarikatan,” ujar Herman.
Selain pembangunan masjid, rangkaian Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113 juga direncanakan akan diisi dengan pelatihan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Hal ini disampaikan oleh Henri, kader Pemuda Muhammadiyah yang tergabung dalam Panitia Milad Divisi Perlengkapan, dalam rapat panitia di UMS Rappang.
Menurut Henri, pelatihan KOKAM diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kapasitas kader Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Pelatihan KOKAM kami dorong agar Milad ke-113 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membangun kapasitas kader,” ujarnya.
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113 kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai pelatihan KOKAM relevan untuk menambah semarak Milad sekaligus menumbuhkan semangat militansi dan pengabdian kader Muhammadiyah.
Panitia Milad Muhammadiyah Sidrap ke-113 terus membuka ruang bagi berbagai kegiatan produktif, edukatif, dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur persyarikatan, demi menyukseskan peringatan Milad Muhammadiyah tahun ini.(Bahri/*)
Tidak ada komentar