Tingkatkan Ekonomi Desa, Tim Pendampingan Manajemen BUMDes, STIMI Yapmi Makassar Kunjungi Sejumlah Potensi Desa Compong dan Buae

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jan 2026 03:17 0 77 Bahri Layya

Tim pendampingan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) STIMI Yapmi Makassar mengunjungi fasilitas peternakan ikan nila sistem bioflok milik BUMDes Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu, 7 Januari 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Pemerintah Desa Compong dan STIMI Yapmi Makassar, yang langsung ditindaklanjuti dengan pemetaan potensi usaha desa.

“MoU dan MoA sudah ditandatangani, sehingga kami langsung melakukan pemetaan potensi untuk disusun menjadi rencana bisnis BUMDes,” ujar Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, Ketua STIMI Yapmi Makassar, usai meninjau sejumlah potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bisnis unggulan BUMDes Desa Compong pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Desa Compong, Egy Sunardi Nurdin, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa desanya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan BUMDes. Di antaranya wisata alam air terjun, budidaya ikan nila, jagung, gula aren, cengkeh, serta berbagai komoditas buah seperti jeruk nipis dan durian.

“Saat ini BUMDes sudah mengelola beberapa unit usaha, seperti wisata air terjun, produk hilir gula aren berupa gula semut aneka rasa, serta budidaya ikan nila,” jelasnya.

Menurut Egy, kerja sama dengan STIMI Yapmi Makassar bertujuan agar roda bisnis BUMDes dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi desa ke depan.

Dr. Ibrahim Syah menambahkan, tim pendampingan telah memetakan potensi usaha yang akan menjadi fokus pengembangan BUMDes. Pihak kampus, lanjutnya, akan mengawal proses penguatan BUMDes secara menyeluruh, mulai dari perbaikan manajemen organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola keuangan, digitalisasi, hingga strategi pemasaran.

“Desa Compong kami jadikan sebagai proyek percontohan Kampus Berdampak STIMI Yapmi Makassar tahun 2026, selain Desa Buae di Kabupaten Sidrap,” pungkasnya.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *