Oleh: Dr. Ir. Syaripuddin Lambang, M.M

Oplus_131072
Di tengah denyut kehidupan Kota Sidenreng Rappang, berdiri tegak sebuah patung petani di bundaran pusat kota. Ia bukan sekadar ornamen ruang publik, melainkan penanda jati diri dan ruh peradaban Sidrap. Dari tangan petani itulah sejarah, kehidupan, dan masa depan daerah ini tumbuh dan berkembang.
Patung petani tersebut adalah simbol keteguhan, kerja keras, dan kesabaran. Ia menggambarkan masyarakat Sidrap yang sejak dahulu menggantungkan hidupnya pada tanah, air, dan musim, dengan keringat sebagai doa serta sawah sebagai ladang pengabdian. Setiap guratan pada patung itu merefleksikan perjalanan panjang para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
Lebih dari itu, patung petani di bundaran kota adalah pengingat bahwa kemajuan tidak pernah lahir dari kemewahan semata, melainkan dari kerja sunyi orang-orang yang setia mengolah bumi. Ia mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan keberlanjutan—bahwa pembangunan harus berakar pada kearifan lokal dan menghormati alam.
Maka, ketika roda kehidupan kota terus berputar mengelilinginya, patung petani itu seolah berdiri menjaga nurani kita: agar Sidrap tetap melangkah maju tanpa melupakan asal-usulnya—sebagai tanah para petani, lumbung pangan, dan simbol ketahanan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.
SIDRAP HEBAT
H – Hafidz Qur’an
Huruf H melambangkan Hafidz Qur’an, yaitu generasi yang cinta Al-Qur’an, mampu membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Makna ini menegaskan komitmen Sidrap dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, religius, dan berkarakter kuat, sehingga kemajuan daerah tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual.
E – Energi Terbarukan
Huruf E berarti Energi Terbarukan, yang mencerminkan upaya Sidrap dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan seperti tenaga surya, angin, air, dan bioenergi.
Ini menunjukkan visi pembangunan berkelanjutan yang mandiri energi, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan, sejalan dengan isu global tentang ketahanan energi dan pelestarian alam.
BA – Beras
Huruf BA merupakan singkatan dari Beras, sebagai simbol kekuatan Sidrap di sektor pertanian, khususnya sebagai daerah lumbung pangan.
Makna ini menegaskan peran strategis Sidrap dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi berbasis pertanian.
T – Telur
Huruf T berarti Telur, yang melambangkan keunggulan Sidrap di sektor peternakan, khususnya sebagai salah satu sentra produksi telur.
Telur juga merepresentasikan gizi, kesehatan masyarakat, dan penguatan ekonomi rakyat, karena menjadi sumber protein terjangkau bagi masyarakat luas.
Makna Utuh SIDRAP HEBAT
SIDRAP HEBAT mencerminkan keseimbangan antara:
Spiritualitas (Hafidz Qur’an),
Keberlanjutan lingkungan (Energi Terbarukan),
Ketahanan pangan (Beras),
Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat (Telur).
Sebuah visi daerah yang religius, mandiri, produktif, dan berdaya saing. (Penulis pengawas pendidikan propinsi Sulawesi Selatan, tinggal di Sidrap)
Tidak ada komentar