banner 1080x264 banner 900x900

Tiga Orang Dai Dewan Dakwah Diterima Pimpinan Baznas Enrekang .

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Agu 2025 12:33 0 34 Bahri Layya

Metromilenialonline.com, Enrekang –
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat menggelar acara pelepasan 225 Da’i muda terbaik, dan terbanyak sepanjang penugasan, di Gedung Nusantara V Komplek DPR MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Acara yang bertajuk “Dengan Semangat Kemerdekaan, Membangun Peradaban dari Pedalaman” ini bukan hanya menjadi agenda penting bagi dunia dakwah, namun juga menjadi bagian dari langkah nyata membangun bangsa melalui pendidikan, pencerahan, dan pelayanan umat di daerah 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal).

Acara pelepasan tersebut dihadiri langsung para tokoh penting dan strategis bangsa, di antaranya; Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A, Wakil Ketua MPR RI, Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI, Menteri Transmigrasi RI, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembangunan & Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, ST.MM, Menteri Pertanian Republik Indonesia, diwakili oleh Ketua BRMP Pascapanen Pertanian, Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P, Ir. H. Muhammad Noor Rifani, S.H., S.T., M.T, Bupati Tabalong, Dato’ Aneng Bupati Kabupaten Anambas, hingga Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI.

Sekertaris DDII Sulawesi Selatan, Ilham Kadir telah menerima tiga dari 225 dai yang disebar seluruh Indonesia. Ketiga Dai tersebut akan bertugas di Enrekang dan Tanah Toraja. Dan diterima resmi di kantor BAZNAS Enrekang, (20/8/2025).

“Jadi akan ditempatkan di Enrekang dua orang, satu di Bala Batu Kecamatan Curio dan satu lagi di Desa Benteng Alla, Kecamatan Baroko,” jelas Ilham Kadir.

Pimpinan Baznas Enrekang itu berharap agar para Dai dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk mendidik anak-anak, khususnya pendidikan keagamaan.

“Mereka dapat mengajar baca tulis Al-Qur’an, doa-doa harian, tata cara shalat yang benar, dan berbagai pelajaran keagamaan lainnya”, terang Ilham Kadir.

Mereka memang telah dibekali oleh kampus, ilmu dakwah sehingga pengetahuan agamanya sudah cukup untuk para pemula khususnya pada anak-anak usia SD dan remaja, pungkas dosen Unimen ini. (Aspan/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *