Sampah, Banjir dan Polusi Udara Serang Labota! Pemda Morowali Diminta Tak Tutup Mata

banner 728x250
Bagikan..

Metromilenial online. com, Morowali—Kondisi Desa Labota Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali saat ini sangat memprihatinkan.

Betapa tidak, saat ini masyarakat Desa Labota menghadapi beragam masalah lingkungan pasca beroperasinya pengelolaan tambang nikel di wilayah Kecamatan Bahodopi.

Menurut informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa,  saat ini wilayah Desa Labota sangat rawan terjadinya banjir.

Bukan hanya itu saja, saat ini kesehatan masyarakat Desa Labota terancam dengan adanya polusi udara dan maraknya sampah yang berhamburan.

Kepala Desa Labota, Anyar pun sempat mengeluhkan kondisi Desa yang ia pimpin yang sangat memprihatinkan.

Pasalnya, banyak keluhan masyarakat yang harus ia tampung saat ini, seperti banjir, debu dan sampah.

Dirinya merasa kebingungan. Sebab, masalah yang dihadapi masyarakat  Labota dan Kecamatan Bahodopi pada umumnya tidak mendapatkan respon baik dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait.

Misalnya, banjir, dinas PU Morowali dapat memikirkan dibuatnya riol atau saluran pembuangan disepanjang jalan Trans Sulawesi.

Dan Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Morowali dapat meminimalisir dampak lingkungan seperti polusi udara yang ada di wilayah tersebut.

Terlebih, masalah polusi udara, banjir dan sampah bukanlah masalah baru di wilayah ini.

” Untuk perubahan (IMIP) sudah membantu kita mobil sampah, dan sekarang Pemerintah sudah berbuat apa?” Ujar Kades Labot beberapa hari lalu.

Ia berharap, Pemerintah Daerah Morowali tidak tinggal diam dengan apa yang menjadi keluhan masyarakat Labota dan Kecamatan Bahodopi pada Umumnya.  (Bah/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *