Refleksi Akhir Tahun 2022, Kejati Sulsel Selesaikan Perkara 126 Kasus Lewat Keadilan Restoratif

Bagikan..

Metromilenual online.com, MAKASSAR — Jaksa Agung ST Burhanuddin : Restorative Justice merupakan Alternatif dalam Penyelesaiaan Perkara sebab menurut Jaksa Agung bahwa “Hukum yang baik Idealnya memberikan sesuatu yang lebih daripada sekedar prosedur hukum, disamping harus kompoten dan adil, hukum juga harus mampu mengenali keinginan publik yang tergambar dalam hukum yang hidup di masyarakat serta berorientasi terhadap tercapainya nilai-nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemamfaatan hukum”.

Kasi Penkum Kejati SulSel SOETARMI, SH. MH menjelaskan bahwa Keadilan Restoratif merupakan Pendekatan penyelesaian perkara Tindak Pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan sekedar pembalasan terhadap pelaku Tindak Pidana.

Dalam kegiatan Refleksi akhir tahun 2022 ini, Kajati SulSel R. Febrytrianto, SH.MH mengumumkan keberhasilan kinerja Kejari Se Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi SulSel telah berhasil menyelesaikan 126 (seratus dua puluh enam) perkara Tindak Pidana yang dihentitan penuntutannya melalui Keadilan Restoratif (RJ) sejak priode Januari sampai bulan Desember tahun 2022 dengan rincian sebagai berikut :

No. Jenis Perkara Jumlah

  1. KDRT 11
  2. Penganiayaan 62
  3. Penggelapan 3
  4. Pencurian 10
  5. Perbuatan tidak menyenangkan 8
  6. Pengancaman 1
  7. Penipuan 4
  8. Perlindungan Anak 12
  9. Lalu Lintas 4
  10. Perusakan 2
  11. Penadahan 4
  12. Pencemaran Nama Baik 1
  13. ITE 2
  14. Narkotika 2
    T o t a l 126. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *