PSM Tunjukkan Keuletan Putus Kemenangan Beruntun Dan Tahan Imbang Bali United

banner 728x250
Bagikan..

Metromilenial, DENPASAR— Duel Bali United FC lawan PSM Makassar menyajikan permainan mengejutkan dan ada yang menyebut dramatis. Bali United memperlihatkan kelasnya dan PSM menunjukkan karakternya yang ulet dan tak kenal menyerah hingga akhir laga.

PSM menahan imbang Bali United dengan skor akhir 2-2. Padahal, hingga menit ke’90, Bali United masih unggul dengan skor 2-1. Masa injury time 3 menit dapat dimanfaatkan PSM untuk menyamakan kedudukan 2-2.
Dari hasil ini, Bali United yang diunggulkan meraih 3 poin, hanya bisa berbagi masing masing 1 angka dengan PSM.

Bali United yang berada di posisi ketiga dengan perolehan poin 44, di bawah Bhayangkara FC sebagai pemuncak klasemen dengan poin 49 dan posisi kedua Arema FC yang mengoleksi poin 48.

Kini, Bali United hanya meraih 45 poin dan tertahan di posisi ketiga. Ditempel ketat oleh Persebaya an Persib di posisi keempat dan kelima dengan raihan poin masing masing 43. Sedangkan PSM dengan hasil seri ini juga stagnan di peringkat ke-10 dengan hanya mengoleksi poin 28.

Sebagaimana diketahui, laga pekan ke-23 BRI Liga 1, Bali United (BU) vs PSM digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar Bali, Senin, (7/2/2022). Bali United yang dimotori Eber Bessa dan Ilija Spasojevic serta dibentengi Wlliam Pacheco dan tandemnya, memang unggul penguasaan bola.

Anak asuhan pelatih, Stefano Cuburra justru tak mudah menembus pertahanan PSM yang dikawal, Zukifli Syukur, Hasyim Kipuw, Ganjar Mukti dan Abdul Rahman. BU baru bisa unggul lewat bola liar ketika Eber Bessa menendang bola melambung ke mulut gawang PSM, Zulkifli Syukur membloknya, namun arahnya justru ke depan sudut kiri gawang Hilman Syah.

Stefano Lilipaly menjemput bola Iiar tersebut dan membobol gawang Hilman Syah menit ke-18. Skor 1-0 untuk BU. PSM tertekan tapi, melalui ‘jenderal lapangan’ Wiljan Pluim, PSM sesekali melakukan serangan balik yang merepotkan Spasojevic dan kawan-kawan.

Yassa Penentu Raihan Poin PSM

Tim kebanggaan masyarakat Sulsel, PSM dalam laga ini tak didampingi pelatih kepala Joop Gall, dan dipercayakan ke tandemnya, Syamsuddin Batola. Namun, PSM tetap tampil impresif dan efektif.

Satu momen menentukan, PSM mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri area BU. Dengan kaki kirinya, Abdul Rahman menendang bola melingkar tepat mengarah ke sudut kanan atas gawang BU.

Penjaga gawang Wawan Hendrawan bisa menahan tapi bolanya lepas, pas jatuh di depan Delvin Rumbino. Amunisi baru PSM tersebut langsung menyarangkan bola dan membukukan gol menit ke-38. Skor jadi imbang, 1-1.

Laskar Serdadu Tridatu terus berupaya mengurung pertahanan Juku Eja. Adalah Ilija Spasojevic yang menerima bola di depan sudut kiri kotak pinalti gawang PSM, memperlihatkan kelasnya sebagai striker andalan BU.

Spasojevic berputar, pertahanan PSM terkecoh. Pada sudut sempit Sposojevic berhasil menciptakan gol ciamik menit ke-45 dengan skil individunya. Penjaga gawang PSM Hilman Syah hanya terperangah heran dan tak menyangka.

Gol Spasojevic, naturalisasi yang juga pernah memperkuat PSM, merubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan BU yang bertahan hkngga turun minum. Gol tersebut sekaligus memperkokoh posisinya sebagi pencetak gol terbanyak liga 1 yang kini mengoleksi total 16 gol.

Memasuki babak kedua, laga begitu ketat dan BU tetap unggul penguasaan bola, namun tak ada gol tercipta hingga waktu normal menit ke-90. Dramatisnya, meski additional time hanya 3 menit, Laskar Ayam Jantan dari Timur, julukan klasik PSM, tak mau menyerah dan tetap ulet untuk terus berusaha menyerang.

Begitu terjadi kemelut di depan gawang, pertahanan BU terlihat panik. Yakob Sayuri yang menguasai bola mencari celah dan menyarangkan bola tak begitu kencang tapi penjaga gawang BU, Wawan Hendrawan mati langkah.

Yakob Sayuri yang biasa disapa Yassa menciptakan gol penyeimbang menit ke-90 + 1 masa injury time. Skor berubah jadi imbang 2-2 dan sesaat kemudian wasit membunyikan pluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Komentator sepakbola Yusuf Kurniawan yang mengawal live Bali United vs PSM, pun heran. Pengamat sepak bola yang akrab disapa Bung Yuke ini menyatakan, sepakbola itu misteri dan PSM menunjukkan karakternya yang tak kenal menyerah sampai akhir sehingga pertandingan menarik ditonton.

Kendati hasil seri, 2-2, PSM dinilai ukir catatan positif.
Diantaranya, sesuai statistik, Bali United unggul penguasaan bola.(68 % : 32 %), tapi PSM unggul akurasi umpan (100 % : 40 %). Penjaga gawang PSM
Hilman Syah dari hasil positif PSM ini juga punya andil besar. Sedikitnya 2 save (penyelamatan krusial) dari gempuran pemain-pemain BU dibukukan Hilman Syah.

Tren positif lainnya, PSM memutus kemenangan beruntun Bali United dalam 5 laga terakhir. Sebelumnya, Bali United menang beturut-turut lawan Barito Putra (3-0), Persib (1-0), Persita (2-0), Borneo FC (2-1) dan Tiro Persikabo (3-0). Lantas melawan PSM, kemenangannya terputus sehingga

BU harus puas dengan hasil seri, 2-2.

Catatan, lainnya dalam laga kali ini, PSM hanya diperkuat 1 legium asing, Wiljan Pluim, sedangkan Bali United ada Wlliam Pacheco, Eber Bessa dan Privat Mbarga. Termasuk adanya 2 pemain naturalisasi yakni Ilija Spasojevic dan Stefano Lilipaly.

Artinya, PSM tak menurunkan legium asing, Anco Jansen, Adam Mitter dan Golgol Mebrahutu, Namun PSM bisa mengimbangi tim tuan rumah dan Sang Juara bertahan Bali United yang kini nongol di peringkat 3 klasemen sementara liga 1. (Bahri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *