Mandat Dr. Anshar Makkuasa sebagai Ika Umi Kota Makassar “diduga” ilegal.

banner 728x250
Bagikan..

Metromilenial online.com,Makassar—Polemik penunjukan Dr .Anshar Makkuasa sebagai pemegang mandat pembentukan IKA UMI kota Makassar yang diserahkan langsung oleh Ir.H.Zulkarnaen Arief,M.Sc didampingi Ir Irwan Intje di kediaman walikota Makassar Danny Pomanto menuai sorotan dari mantan ketua Forum Komunikasi Sipil (FOKUS) UMI 94 Dr.Ir.Mahmud La Kaiya,ST.,MM.,MSP.,MT.

Pasalnya semenjak ketua IKA UMI yang dijabat Zulkarnain Arief hingga kini tidak pernah melakukan kegiatan organisasi apalagi khususnya Musyawarah Nasional pemilihan ketua, sementara periodesasi sudah cukup lama alias expire atau tidak berlaku lagi.

Sehingga aktivitas organisasi yang dilakukan diluar periodesasi tidak legal lagi apalagi surat menyurat dan membuat keputusan organisasi, hal ini membuat mandat yang diberikan kepada Dr Ashar Makkuasa ilegal.

Menurut Mahmud La Kaiya Alumni Teknik Sipil angkatan 94 hal ini tidak boleh lagi dibiarkan dan pak Zulkarnain Arief yang sangat memahami organisasi tidak memberi mandat kepada siapapun sebelum dilakukan Munas untuk memilih pemimpin baru, tegasnya.

Menanggapi kesedian Dr Azhar Makkuasa siap menjadi ketua IKA UMI itu sah-sah saja. Artinya siapapun yang sesuai mekanisme AD/ART silahkan, tentu juga kita mengedepankan etika organisasi, menurut saya pak Dr Ashar Makkassau cocoknya pimpin Alumni pasca sarjana karena beliau S2 dan S3 asal Pascasarjana UMI,Namun S1 asal perguruan tinggi swasta bukan UMI.

Apalagi beliau itu magister dan doktoral hukum tahu persis mekanisme hukum dalam sebuah organisasi.

Ditanya soal kesiapannya bila terjadi Munas kedepan, doktor lingkungan kerjasama UMI dan Universitas Brawijaya Malang ini menyerahkan ke rektorat membidangi Alumni untuk melakukan Munas dan memilih yang lebih layak.

namum dirinya sebagai alumni UMI baik S1,S2 dan S3 berfikir bagaimana IKA UMI lebih aktif memikirkan jumlah alumni asal S1 UMI jauh lebih banyak daripada alumni pasca sarjana yang masih menunggu kepedulian Lembaga IKA UMI untuk memberi kontribusi agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik disamping membantu pengembangan Almamater yang semakin menghadapi tantangan internal dan eksternal yang besar.ungkap ketua DPW APPERINDO Sulsel melalui selulernya.01/04/2023.*Mandat Dr Ashar Makkasau sebagai Ika Umi Kota Makassar “diduga” ilegal.* Polemik penunjukan Dr Anshar Makkasau sebagai pemegang mandat pembentukan IKA UMI kota Makassar yang diserahkan langsung oleh Ir.H.Zulkarnaen Arief,M.Sc didampingi Ir Irwan Intje di kediaman walikota Makassar Danny Pomanto menuai sorotan dari mantan ketua Forum Komunikasi Sipil (FOKUS) UMI 94 Dr.Ir.Mahmud La Kaiya,ST.,MM.,MSP.,MT. Pasalnya semenjak ketua IKA UMI yang dijabat Zulkarnain Arief hingga kini tidak pernah melakukan kegiatan organisasi apalagi khususnya Musyawarah Nasional pemilihan ketua, sementara periodesasi sudah cukup lama alias expire atau tidak berlaku lagi. Sehingga aktivitas organisasi yang dilakukan diluar periodesasi tidak legal lagi apalagi surat menyurat dan membuat keputusan organisasi, hal ini membuat mandat yang diberikan kepada Dr Ashar Makkuasa ilegal. Menurut Mahmud La Kaiya Alumni Teknik Sipil angkatan 94 hal ini tidak boleh lagi dibiarkan dan pak Zulkarnain Arief yang sangat memahami organisasi tidak memberi mandat kepada siapapun sebelum dilakukan Munas untuk memilih pemimpin baru, tegasnya. Menanggapi kesedian Dr Azhar Makkasau siap menjadi ketua IKA UMI itu sah-sah saja. Artinya siapapun yang sesuai mekanisme AD/ART silahkan, tentu juga kita mengedepankan etika organisasi, menurut saya pak Dr Ashar Makkassau cocoknya pimpin Alumni pasca sarjana karena beliau S2 dan S3 asal Pascasarjana UMI,Namun S1 asal perguruan tinggi swasta bukan UMI. Apalagi beliau itu magister dan doktoral hukum tahu persis mekanisme hukum dalam sebuah organisasi. Ditanya soal kesiapannya bila terjadi Munas kedepan, doktor lingkungan kerjasama UMI dan Universitas Brawijaya Malang ini menyerahkan ke rektorat membidangi Alumni untuk melakukan Munas dan memilih yang lebih layak. namum dirinya sebagai alumni UMI baik S1,S2 dan S3 berfikir bagaimana IKA UMI lebih aktif memikirkan jumlah alumni asal S1 UMI jauh lebih banyak daripada alumni pasca sarjana yang masih menunggu kepedulian Lembaga IKA UMI untuk memberi kontribusi agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik disamping membantu pengembangan Almamater yang semakin menghadapi tantangan internal dan eksternal yang besar.ungkap ketua DPW APPERINDO Sulsel melalui selulernya.(01/04/2023.) (‘*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *