Ingin Mengabdi, Muin Mendadak Bacaleg

banner 728x250
Bagikan..

Metromilenial online.com, Sidrap—Menjadi Politisi sesungguhnya bukan tabiat ataupun cita-cita saya. Kata Abdul Muin Djalaluddin, SH, MH putra kedua Almarhum Djalaluddin mantan Camat Tellu limpoe, yang dikenal sebagai sosok Pamon praja yang bersahaja dan bersahabat dekade 1980 an.


Pernyataan Muin, disampaikan saat ditemui Kamis 11/5-2023, di Hotel Amaris Makassar, saat hendak ke Sekretariat Partai Gerindra Sulsel, serahkan berkas sebagai bakal calon anggota legeslatif ( Bacaleg ) DPRD Provinsi Sulsel Daerah pemilihan ( Dapil ) 9, meliputi Sidrap, Pinrang dan Enrekang.
Di ceritakan Muin yang Alumni Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Athirah Makassar 1987 ini, dua pemilu yang lalu beberapa rekannya dari partai Politik berbeda ” merayu ” dirinya ikut kontestasi politik sebagai Caleg, namun pria kelahiran Pangkajene, Sidrap (23/4-1974,) kukuh membina karier sebagai advokat di ” negeri rantau ” Jogyakarta usai menyelesaikan Studinya pada Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ( UII ) Jogyakarta.
Muin kecil memang dikenal anak pintar dan bercita-cita tinggi, tamat di Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 3 Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Sidrap, anak camat ini hijrah ke Ujung pandang, lanjutkan sekolahnya di SMP Athirah, suatu keberanian anak seusianya yang relah tinggalkan Zona nyaman sebagai anak pejabat ” dari kecil saya mulai hidup mandiri, belajar bergaul, berorganisasi intra dan ekstra seperti OSIS, Pramuka dan ekstra kurikuler ikut Treaning Centre Ikatan Pelajar Muhammadiyah” urainya.
Tak sampai disitu, tamat SMP, 1990, adik kandung H. Anugerah, pemilik Toko HK Pangkajene ini terbang ke Ibu Kota Istimewah Jogyakarta lanjutkan Sekolahnya di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Muhammadiyah 1 Jogyakarta, hingga tamat 1993.
Sembari aktif belajar sebagai Pengacara, Muin, lanjut Kuliah Pendidikan Notaris di Universitas Gajah Mada,dan selesai 2001. Pundi – pundi Muin, mulai terisi dari hasil keluar masuk Pengadilan dampingi kliennya, ” tidak banyak cukup untuk makan dan biaya kuliah Pasca Sarjana Fakultas Hukum UII 2004 – 2007 ” ujar Suami dr. Yasmini Fitriyati, SPOG cucu mendian AR. Fahruddin, almarhum mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dari pernikahannya dengan dokter Spesialis Kandungan ini, Muin, yang kini alih profesi sebagai Notaris di Jogyarta, telah di karuniahi tiga buah hati; Jaasir Yusuf Muhammad, Nafiis Yusuf Muhammad dan Mufidah Aydin Zahirah.
Abdul Muin Djalaluddin, sesungguhnya telah hidup berkecukupan meski akunya, tidak kaya, isterinya dr. Yasmini selain Dosen tetap Fakultas Kedokteran UII Jogya, juga aktif di beberapa Rumah Sakit sebagai dokter spesialis Kandungan dan Muin, sudah satu Notaris ternama di Jogya.
Meski terbilang Sukses, perhatian dan kepedulian terhadap Kampung halaman Bumi Nene’ mallomo, tak pernah redup meski diakuinya, sebatas kepedulian pada Keluarga dan Kerabat, ujar Wakil Ketua Kerukunan Keluarga SulSel ( KKSS ) Jogya.
Di kisahkan Muin, keterpanggilannya untuk ” menceburkan” diri di dunia politik, berawal saat teman karibnya saat di SMP Athirah Sekolah menghubungi via telpon. Sebulan lalu, Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua Partai Gerindra Sulsel, via telpon mengajak untuk pulang mengabdi dikampung halaman, karena kata Anggota DPR RI ini,
Sudah puluhan tahun di Jogya, sejatinya Ilmu dan pengalaman yang diraih sudah saatnya di abdikan untuk peningkatan Pembangunan di Sulsel, bujuk teman setianya Iwan yang diakui Muin, sudah jadi Negarawan hebat.
Percakan via telpon itu, di dengan dr. Yasmini, isteri Muin.
Sang Kekasih Muin, bilang; kalau itu karena Ibadah, bermamfaat untuk orang banyak dan kemajuan daerah sebaiknya Ayah pertimbankan.
Tapi kalau niatnya untuk mengais rejeki atau memburu karier sebaiknya di Jogya saja, cukuplah kita syukuri apa yang ada sembari mendidik dan membina anak saja, ujar sang isteri.
Beberapa hari kemudian, Andi Iwan menelpon lagi, meski memang selama ini biasa ketemuan di jakarta ataupun di Jogya dan di waktu senggannya temannya yang Muin akui Jago main Gitar itu kerab komunikasi via telepon, cerita masa kanak-kanak saat di SMP.
Tapi kali ini, Andi Iwan, via telpon bicara serius, minta ditemani urus Partai Gerindra di Sulsel. Ya, restu dari Isteri sudah ada, teman karib juga memberi peluang pengabdian di jalur berbedah dengan profesi yang di tekuni selama ini, ya, saya Bismillah. Urai Muin, sembari ketawa bilang ” mendadak Bacaleg” meski sebagai aktivis berbagai organisasi Sosial dan Profesi yang selama ini diakuinya telah banyak menempah dirinya tentang kemasyarakatan dan Politik.
Semoga saja, Keluarga, Kerabat dan Masyarakat di tiga Kabupaten yakni Sidrap, Pinrang dan Enrekang, memberi dukungan, ruang untuk mengabdi sebagai Ibadah serta dapat bersahabat dengan saya, seperti apa adanya, ujarnya.(Ris/Bah/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *