Demokrasi Ala Muhammadiyah Sidrap

Bagikan..

Metromilenial online.com, Musyarah Daerah ( Musyda ) Ke 14 Muhammadiyah Sidrap, dihelat 20 – 21 Mei 2023, di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidrap ( UMS ), Lautang Salo Rappang.
Meski Musyda belum berakhir, larut malam ditengah ngantuk dan lelahnya peserta Musyda, Formatur 13 bersepakat menetapkan perolehan Suara terbanyak KH. Syamsu Tang sebagai Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah ( PDM) Sidrap masa ‘ jihad’ 2023 – 2028.
Sekedar di ketahui, Sistim Pemilu Muhammadiyah, diawali dengan menbentuk Panitia Pemilihan ( Panli ), sebulan sebelum Musda di helat.
Panli yang dimandatir PMD bekerja menjaring Bakal Calon Pimpinan. Hasilnya terjaring 39 nama lalu ke 39 nama tersebut dikirim surat untuk membuat surat pernyataan kesedian jadi Calon PMD. Dari 39 nama yang dihubungi Panli hanya 32 orang yang menyatakan kesediannya. Peserta Musda kemudian secara demokratis memilih 13 nama dari 32 nama Calon PMD yang sebelumnya telah di konsultasikan ke Pimpinan Muhammadiyah Wilayah ( PMW) Sulsel, sebagai Formatur 13. Formutur 13 tersebut bersidang dengan singkat, bilhikmah, tanpa gaduh, berakhir damai menetapkan peraih Suara terbanyak sebagai ketua. Sidang berikutnya, formatur bersama ketua terpilih menyusun Struktur PMD Sidrap masa hikmah 2023 – 2028.
Itulah Demokrasi ala persyarikatan Muhammadiyah yang telah berumur lebih 100 tahun. Demokrasi yang amat sangat Demokratis, tidak tanpak kubu-kubuan, tidak ada Kampanye apalagi Tim Sukses. Jauh dari desas desus Politik Uang ataupun serangan Fajar.
UMS Rappang, yang masih seumur Jagung tapi telah menorehkan berbagai prestasi dan Sukses mensejajarkan diri dengan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, adalah Saksi bisu perhelatan Musda Muhammadiyah Sidrap yang mengundang decak kagum banyak orang. Betapa tidak, beberapa rangkaian acara pra musda di helat seperti, Temu alumni IKA IPM Sidrap di Pangkajene, Seminar, Gerak jalan santai yang di ikuti ribuan kader, Muhammadiyah, Aisyiah, ortom Muhammadiyah, Mahasiswa dan Pelajar Muhammadiyah yang di tandai dengan dorprice sumbangan kader dan Amal Usaha persyarikatan, Pengajian Sore dan Subuh. Kesemuanya terlaksana sebagai wujud Kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun Sumber daya manusia serta torehan sejarah panjang prestasi serta sumbangsinya terhadap, Agama, Bangsa dan Negara yang tak terniai.
Kader Muhamnadiyah juga di kenal bertebaran di berbagai bidang pengabdian termasuk bidang Politik. Namun kader Muhammadiyah amat sangat di larang menceburkan Persyarikatan dalam kancah Politik secara insitusional. Namun bukan berarti mengurung diri dalam dinamika Politik. Bisa jadi, itulah salah satu faktor Kader Muhammadiyah bertebaran di beberapa Partai Politik secara personal tanpa atribut Muhammadiyah.
Beban utama KH. Syamsu Tang, sebagai ketua terpilih beserta kabinetnya adalah turut serta berkewajiban mengejawantahkan program Pimpinan Pusat Muhammadiyah dibawah kendali Ketua Umum KH. Haedar Nasir, diantaranya; pertama, Peneguhan keIslaman dan Ideologi Muhammadiyah sesuai panduan lengkap Muhammadiyah. Kedua, Penguatan dan penyebarluasan pandangan Islam berkemajuan. Ketiga, Mempetkuat dan memperluas basis ummat di akar rumput. Keempat, Mengembankan Amal Usaha Muhammadiyah ( AUM ) unggulan dan memperkuat kekuatan ekonomi. Kelima, Berdakwa bagi milenial, generasi Z dan generasi Alpha. Keenam, Reformasi Kaderisasi dan diaspora kader keberbagai lingkungan dan bidang kehidupan. Ketujuh, Digitalisasi dan intensitas Internasionalisasi Muhammadiyah. Terakhir, menegaskan keharusan peran-peran Muhammadiyah masuk kewilayah digital sebagai ikhtiar serius untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan alam semesta.
Muhammadiyah Sidrap patut bersyukur yang secara geografis berada di jasirah utara Sulsel. Bumi Nene’ mallomo, daerah yang dikenal dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang melimpah dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang handal.
Namun, peran penting dan tantangan yang di hadapi Syamsu Tang, beserta jajarannya adalah berperan aktif, berkarya nyata memerangi Penyakit Sosial masyarakat yang telah mencoreng nama Sidrap sebagai daerah relegius yakni, Narkotika dengan berbagai jenis, Showbiz, Tempat Hiburan Malam dengan prostitusi terselubung, Minuman Keras, Judi dan Sabun ayam. Problematika sosial yang bagai benang kusut di tengah masyarakat Sidrap, wajib di sahuti Muhammadiyah sebagai gerakan Da’wah terkemuka.
Kembali Ke perhelatan Musda, patut di acungi jempol, yang terhormat dan selalu saya banggakan Prof.Dr.H. jamaluddin, MSi, Rektor UMS Rappang.
Sosok Guru besar, intelektual muda yang betkrakter, Inovatif, tawadhu dan Istiqamah.
Tak hanya cerdas dan kreatif tapi juga amat mudah memahami di namika sekitarnya.
Andai saja, Prof. Jamaluddin berambisi jadi Ketua PMD, dapat di pastikan menang telat.
Infrastruktur dibawah kendalinya tinggal di ” remot” saja. Apalagi, Calon Pimpinan yang di tetapkan Panlih separuhnya adalah orang yang menggantungkan priuk nasinya di AUM yang dengan mudah dapat membaca isyarat Pak rektor, meski tanpa propaganda ataupun tekanan ” kekuasaan.” Prof. Jamal, mampu menekan Syahwat berkuasa di Muhammadiyah, cukup tawadhu menyikapi demokrasi di tubuh Muhammadiyah Sidrap, Prof. Jamal, memilih Istiqamah berikhtiar mengembankan dan membesarkan UMS Rappang, dan mengibarkan Panji Persyarikatan Muhammadiyah lewat jalur akademik. Saya pribadi secara khusus mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Sang Guru Besar Prof. Jamal atas kemenangannya melawan Syahwat ke-Kuasaan.
Hal lain patut di banggakan para Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sidrap. Dengan segala kesibukannya tapi ketika Muhammadiyah memanggil urusan lainnya, jadi nomor 13, sebut misalnya Syahruddin Alrif, wakil Ketua DPRD Sulsel, meski sejumlah agenda sebagai wakil rakyat ia tangguhkan untuk Ber-Muhammadiyah, Abd. Muin Hafid, Ketua Komisi B Fraksi PAN DPRD Bekasi, meski esoknya ada agenda reses, juga memaksa dirinya merogoh koceknya beli tiket pesawat pergi pulang tunaikan kewajiban Sebagai Ketua IKA IPM Sidrap, H. Bahar Yahya, Owner Safari parfum, menggantung Raket Bulu tangkisnya untuk menyemarakkan pesta lima tahunan Muhammadiyah dan Aisyiah, Abd. Muin Djalaluddin, Natoris yang puluhan tahun sekolah hingga mengais rejeki bersama cucuh Tokoh harismatik Muhammadiyah AR. Fahruddin yang di nikahi puluhan tahun silam di Jogyarta, juga hadir dan kagum dan kaget melihat perkembangan Muhammadiyah dan Aisyiah di kampung kelahirannya, demikian halnya Ir. Hj. Asmiati Abbas, yang harus diterpa ombak dari Selayar dan naik roda empat ratusan kilometer menuju Rappang, begitupun kader-kader lainnya, semangat Jihad fii Sabilillah di panji persyarikatan Muhammadiyah sebagai perwujudan Perintah Allah Azzawajallah terus bergelora seberapapun besar tantangannya tak ada kata berhenti untuk ber-Fastabiqul khaerat. Selamat kepada KH. Syamsu Tang, beserta ” kabinet”nya mengemban Amanah Ummat. Wallahu a’alam bissawab. Catatan Dini, Aris asnawi, hari Ahad 21 mei 2023.(Bahri/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *